Selamat Hari Ibu 22 Desember 2024 - Ibuku, Dunia dan Surgaku

Selamat Hari Ibu 22 Desember 2024 - Ibuku, Dunia dan Surgaku

 


Ada sebuah pepatah yang selalu diulang-ulang dalam kajian di Rohis kami, "Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu." Meski sering terdengar klise, hari ini, saat aku merenungkannya, kata-kata itu terasa begitu nyata. Ibu bukan hanya seorang perempuan yang melahirkan kita, tapi ia juga dunia tempat kita belajar tentang cinta tanpa syarat.

Di SMA Negeri 1 Guntur, Rohis kami punya tradisi sederhana setiap Hari Ibu. Kami menulis surat untuk ibu kami masing-masing. Awalnya, aku menganggap kegiatan ini biasa saja—hanya formalitas. Tapi tahun lalu, saat mencoba menulis surat, aku merasa air mataku jatuh. Tidak mudah menuliskan bagaimana aku benar-benar merasakan cinta dan pengorbanannya selama ini.

Aku ingat, suatu hari saat aku sakit demam tinggi, ibu rela tidak tidur semalaman hanya untuk memastikan aku nyaman. Dengan tangan yang lelah, ia mengompresku, memasak bubur, dan mengajakku bicara agar aku tetap semangat. Itu mungkin hal kecil baginya, tapi bagiku itu adalah momen yang menunjukkan betapa berharganya kasih sayang seorang ibu.

Belajar Menghargai Kasih Ibu
Sebagai remaja, aku sering merasa diriku tahu segalanya. Aku ingat betapa seringnya aku mengabaikan nasihat ibu, hanya untuk kemudian menyadari bahwa ia benar. Pernah, aku memaksa membeli sepatu hanya karena aku suka warnanya, padahal ibu sudah bilang sepatu itu tidak akan nyaman. Benar saja, seminggu kemudian sepatu itu rusak, dan aku merasa malu sendiri. Tapi ibu tidak pernah berkata, "Kan, sudah dibilang!" Ia hanya tersenyum dan bilang, "Yah, lain kali lebih teliti, ya."

Itulah pelajaran besar yang aku dapat: kasih sayang ibu tidak pernah memojokkan, meskipun ia tahu kita salah. Ia hanya ingin anaknya belajar dan menjadi lebih baik.

Mengungkapkan Rasa Sayang di Hari Ibu
Hari ini, 22 Desember 2024, aku ingin memanfaatkan momen ini untuk mengungkapkan rasa sayangku kepada ibu. Kadang kita terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-hari, tugas sekolah, dan urusan lainnya, sampai lupa bahwa ibu selalu ada di sana, diam-diam mendoakan kita di setiap langkah.

Aku menulis sebuah puisi singkat untuk ibu:

Ibuku, kau adalah cahayaku di gelap malam,
Sejuk embun yang menyegarkan jiwa,
Kasihmu tak pernah berkurang,
Meski kadang aku lupa menyadarinya.



Aksi Kecil, Makna Besar
Buat teman-teman di Rohis SMAN 1 Guntur, Hari Ibu bukan hanya tentang memberi hadiah mahal atau ucapan panjang. Terkadang, aksi kecil bisa bermakna besar. Cobalah hari ini, peluk ibumu, cium tangannya, dan katakan, "Bu, aku sayang Ibu." Itu saja sudah cukup membuat hati ibu berbunga-bunga.

Jika kita ingat, ibu selalu menjadi orang pertama yang bangun dan terakhir yang tidur di rumah. Tanpa mengeluh, ia mengurus keluarga dengan sepenuh hati. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan terima kasih atas semua itu.

Penutup
Hari Ibu adalah pengingat untuk kita semua bahwa kasih seorang ibu tidak pernah tergantikan. Di bawah telapak kaki ibu ada surga, tapi kadang kita lupa untuk sekadar menyentuhnya. Yuk, jadikan momen ini untuk lebih dekat dengan ibu kita.

Kepada semua ibu di dunia, terima kasih telah menjadi pelita dalam gelap. Dan kepada teman-teman semua, mari bersama-sama belajar menjadi anak yang lebih baik, menghargai, dan mencintai ibu kita selagi kita masih punya waktu.

Salam hangat,
Rohis SMAN 1 Guntur
www.rohissmansagun.eu.org



Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.