3x Gerak Batal Sholat" Itu Bid'ah? Wait, Denger Dulu!

3x Gerak Batal Sholat" Itu Bid'ah? Wait, Denger Dulu!

 

3x Gerak Batal Sholat" Itu Bid'ah? Wait, Denger Dulu!

Rohis Smansagun-Pernah dengar kalau gerak tiga kali dalam sholat bisa bikin batal? Atau kalau niat sholat harus pakai "usholli"? Tenang, jangan buru-buru ngegas! Ini bukan tentang benar atau salah, tapi lebih ke cara penyampaian hukum biar gampang dipahami orang awam.

Jadi, yang dulu aku pelajari gini: beberapa aturan seperti "ucapan niat" dan "batas tiga gerakan" itu bukan syariat baku, tapi dibuat sebagai patokan sederhana buat orang awam supaya lebih mudah menerapkan hukum.

1. Ucapan Niat "Usholli"

Pada dasarnya, niat itu cukup di dalam hati. Kalau mau sholat Zuhur, cukup sadar dalam hati "gue mau sholat Zuhur, jadi makmum/imam", itu udah sah. Nggak harus diucapkan.

Tapi kenapa kita diajarin pakai "usholli fardho zuhri…" dan seterusnya? Karena buat sebagian orang, mengucapkan niat bisa bikin lebih fokus dan serius dalam sholat.

Waktu kecil, mindset saya setelah baca "usholli" itu jadi kayak:

"Oke, saya udah niat pakai bahasa Arab, berarti abis ini harus baca sholat dengan bener."

Jadi, mengucapkan niat itu semacam cara untuk memperkuat keseriusan dalam sholat. Bahkan, beberapa guru menyebut ini sebagai bid’ah hasanah—perkara baru yang baik, karena membantu menjalankan hal wajib dengan lebih mantap. Tapi, kalau kita udah paham ilmunya, menganggap ucapan niat sebagai kewajiban itu justru kurang tepat.

2. Batasan "3x Gerakan Batal"

Nah, ini yang sering bikin orang bingung. Patokan simpel yang saya pelajari dulu:

"Kalau gerakanmu dalam sholat bikin orang lain perkiraan mu lagi nggak sholat, ya batal."

Tapi kalau ini diterapkan secara bebas, bisa aja ada orang yang sengaja banyak gerak tapi merasa tetap sah. Maka dibuatlah aturan "batas tiga gerakan" biar orang awam lebih berhati-hati dan menjaga kekhusyukan.

Misal, pas sholat berjamaah ada saf kosong di depan. Kita disuruh maju dalam tiga langkah. Kenapa tiga langkah? Padahal dalil spesifiknya nggak ada.

Jawabannya? Supaya gerakan tetap terlihat sebagai bagian dari sholat. Kalau maju sampai sepuluh langkah, bisa-bisa orang lain ngira kita lagi jalan santai, bukan sholat!

Jadi, batasan "tiga gerakan batal" itu dibuat sebagai kehati-hatian (ihtiyath) untuk menjaga kekhusyukan.

3. Waktu Imsak = Bid’ah Hasanah?

Secara hukum, batas mulai puasa itu azan Subuh. Bahkan ada riwayat yang bilang kalau kita lagi pegang makanan pas azan Subuh berkumandang, kita boleh habisin dulu sebelum berhenti makan.

Tapi kenapa ada waktu imsak, biasanya 10 menit sebelum Subuh?

Jawabannya sama: biar orang lebih hati-hati. Imsak dibuat sebagai alarm, kasih waktu buat siap-siap berhenti makan, minum terakhir, gosok gigi, dan cek kalau ada sisa makanan di mulut.

FYI, waktu Maghrib di Indonesia juga sering ditambah 2-3 menit buat pengaman, biar nggak buru-buru berbuka.

Kesimpulan: Islam Itu Mudah, Jangan Berhenti di Level Awam

Pada akhirnya, para ulama berusaha menyederhanakan hukum biar mudah dipahami oleh orang dengan berbagai tingkat pemahaman.

Kalau semua dijelasin dengan istilah fiqih tingkat tinggi, yang ada malah banyak orang bingung atau malah mengabaikan.

Makanya dibuat aturan sederhana seperti:

  • "Usholli" buat memperkuat niat.
  • "3x gerak batal" biar nggak kebanyakan gerak.
  • "Imsak" buat lebih hati-hati dalam puasa.

Tapi kalau kita udah dewasa dan paham, jangan puas di tingkat pemahaman dasar aja. Usahakan belajar lebih dalam, entah dari pengajian, majelis ilmu, atau ustadz di YouTube. Biar kita nggak cuma ikut-ikutan tanpa paham maksudnya.

Semoga bermanfaat, dan kalau ada tambahan ilmu dari yang lebih paham, monggo dikoreksi. Wallahu a'lam bish-shawab.

Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.